Saturday, June 26, 2010

恋に落ちて

0 komentar
I've found this beautiful song, makes me smile, also makes me crying, this song talked so much about my feeling to him… Every words in this song singing about words that I can't say to him. I am staying in silent and looking back at past... How I love and miss him badly...


Fall In Love (Koini Ochite) by Olivia Ong


Moshimo negai ga kanau nara
Toiki wo shiroi bara ni kaete
Aenai hi ni wa heyajuu ni kazarimashou
Anata wo omoinagara


Kalau permohonan jadi kenyataan
Hembusan nafas akan berubah jadi mawar putih
Menghiasi seluruh rumah, di saat kita tidak bisa bertemu
Sambil memikirkan kamu



Darling, I want you Aitakute
Tokimeku koi ni Kakedashi sou nano
Maigo no you ni Tachisukumu
Watashi o sugu ni Todoketakute


Darling, I want you.. Aku ingin bertemu
Seperti denyutan cinta pertama
Tak dapat bergerak seperti anak hilang
Ingin kamu segera mencapai ku



Daiyaru mawashite Te o tometa
I’m just a woman fall in love


Tangan yang memutar nomor telpon terhenti
I'm just a woman fall in love



If my wishes can be true
Will you change my sighs
To roses, whiter roses
Decorate them for you
Thinking ’bout you every night
And find out where I am
I am not livin’ in your heart


Darling, I need you Doushitemo
Kuchi ni dasenai negai ga aru no yo
Doyou no yoru to nichiyou no
Anata ga itsumo hoshii kara


Darling, I need you.. Bagaimana pun
Ada permohonan yg tak terucap
Malam sabtu dan malam minggu
Aku selalu menginginkanmu



Daiyaru mawashite Te o tometa
I’m just a woman fall in love

Tangan yang memutar nomor telpon terhenti
I'm just a woman fall in love



Darling, you love me Ima sugu ni
Anata no koe ga kikitaku naru no yo
Ryoute de Hoo o Osaetemo
Tohou ni kureru Yoru ga kirai


Darling, you love me.. Sekarang juga
Aku ingin mendengar suaramu
Biarpun ku memegang pipi dengan kedua tangan
Aku benci ketika malam berakhir



Daiyaru mawashite Te o tometa
I’m just a woman fall in love
I’m just a woman fall in love


Tangan yang memutar nomor telpon terhenti
I'm just a woman fall in love

I'm just a woman fall in love

Wednesday, June 23, 2010

Mengapa wanita menangis?

0 komentar
"Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"

Tuhan berkata:

"Ketika AKU menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yg istimewa.

AKU membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia, namun harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.

AKU memberikan kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan mampu menerima penolakan yang sering datang dari anak-anaknya.

AKU memberi kekerasan untuk membuatnya tetap tegar saat orang lain menyerah, dan mampu mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.

AKU memberi kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam tiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.

AKU memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan mampu melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.

AKU memberi kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa suami yang baik takkan pernah menyakiti istrinya,tapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu.

Akhirnya,
AKU memberinya air mata utk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.
Kau tahu,
Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yg ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.
Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya tempat dimana cinta itu ada.
Sent from my LauceBerry®

Tuhan, kau, dan aku

0 komentar
Ketika AKU menciptakan langit dan bumi, AKU berfirman dan jadilah.
Ketika AKU menciptakan pria, AKU membentuknya dan meniupkan nafas kehidupan ke lubang hidungnya.
Tetapi engkau wanita, AKU menghiasmu setelah AKU meniupkan nafas kehidupan ke pria,karena lubang hidungmu terlalu lembut.
AKU membiarkan pria tertidur nyenyak sehingga
AKU dapat dengan sabar dan sempurna membentuk engkau.
Pria AKU buat tertidur supaya dia tidak dapat mencampuri.
Dari satu tulang AKU menghiasmu.
AKU memilih tulang yang melindungi kehidupan pria.
AKU memilih tulang rusuk,yang melindungi jantung dan paru-paru serta mendukungnya,sebagaimana yang harus kamu lakukan.
Dari satu tulang ini, AKU membentukmu dengan sempurna dan cantik.
Sifatmu adalah seperti tulang rusuk,"kuat tetapi lembut".
Engkau meyediakan perlindungan
untuk organ paling lembut dalam pria,hati dan jantungnya.
Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya,paru-parunya menggenggam nafas kehidupan.
Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum ia mengijinkan kerusakan terjadi pada jantung.

Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi tubuhnya.
Engkau tidak diambil dari kakinya untuk menjadi alasnya,
tidak juga diambil dari kepalanya untuk menjadi atasannya.
Engkau diambil dari sisinya, untuk berdiri disebelahnya dan dipeluk dengan erat.

Jadi Pria, perlakukan wanita dengan baik.
Cintailah dia, hormatilah dia, karena ia lembut.
Menyakitinya, berarti engkau menyakitiKU.
Apa yang engkau lakukan kepadanya,engkau melakukannya kepadaKU.
Jika engkau menghancurkannya, engkau hanya menghancurkan hatimu sendiri.

Wanita dukunglah pria.
Dalam kesederhanaan,tunjukkan kepadanya kekuatan perasaan yang telah KU berikan kepadamu.
Dalam kesunyian tunjukkan kekuatanmu.
Dalam cinta tunjukkan kepadanya bahwa engkau adalah tulang rusuknya yang melindungi tubuhnya
Sent from my LauceBerry®

Sunday, June 20, 2010

Thanking God for him

0 komentar
Senangnya...setelah deg2an menunggu seharian dan mempersiapkan sedemikian rupa, dan hampir kuatir karena dia lama banget sampai ϑï rumah, akhirnya bisa bertemu jg dan everything is going well now. Dia suka (kayanya) dengan tulisan gue ttg dia, walau katanya banyak hal yang dia tidak ingat secara detil. Tapi aku berharap dia bisa melihat penyertaan Tuhan dari awal aku mempunyai perasaan terhadap dia sampai sekarang dan harapan masa depan kami. Tanpa kusadari ternyata cerita itu adalah past, present, dan impian future. Aku hanya berharap ini semua ada ϑï dalam jalan Tuhan.
Menyenangkan juga dia bisa menemani sampai hampir 4 jam lamanya karena harus install sims 2 :) tapi jadi bisa punya kesempatan untuk bercakap-cakap secara santai sambil sesekali menonton bola, dan saling berpegangan tangan. Hal simpel tapi bermakna dibanding kami menghabiskan uang ϑï mall. Ternyata kecelakaan ini membawa berkah dalam hubungan ini.
Dan lebih membahagiakan melihat respon bonyok yang super heboh menyambut dia. Baru kali ini mereka (terutama nyokap) yang heboh beli mie goreng, bahkan sampe bikin nutrijel mangga, dan nyiapin segala sesuatu sampe anaknya sendiri ga boleh makan duluan (¬_¬"), dan bokap pun sampai rela mindahin mobil biar mobilnya bisa masuk halaman.
Yah ini semua adalah tangan penyertaan Tuhan, karena respon mereka sangat berbeda terhadap cowok2 yg pernah datang ke rumah sebelumnya atau yang sempat dekat denganku.
Hanya bisa berdoa bahwa Tuhan tetap ada ϑï dalam hubungan ini
Sent from my LauceBerry®

How I met him

0 komentar
Bagaimana dua orang bisa bertemu dan kemudian suka, lalu jatuh cinta, berpacaran, bertunangan, dan akhirnya menikah dan berkeluarga? Bagi sebagian orang memang simple, tapi ada juga yang mengarungi waktu bertahun-tahun untuk bisa mengalaminya. Bagaimana orang bertemu memang aneh, absurd, kompleks. Tidak ada yang tahu pasti kapan soulmate bisa datang. Cerita tentang bagaimana sepasang kekasih bisa bertemu dan mengarungi kehidupan bersama selalu menarik untuk diperdengarkan. Bagaimana Tuhan yang mempertemukan dengan caraNya yang tidak dapat dimengerti oleh manusia dan akhirnya menyatukan mereka di dalam suatu ikatan yang tidak bisa terpatahkan oleh manusia.
Demikian juga dengan kisahku dengan Hansen. Pertama kali kami berkenalan justru pada waktu kepanitiaan wedding teman kami, Helena&Ryan. Walaupun kami satu kepanitiaan dan pernah sekali rapat bareng tapi kami justru baru berkenalan pada hari H wedding, 25 oktober 2008.
Nama dia sebetulnya sudah familiar di telingaku. Sudah sering melihat nama dia di susunan kepanitiaan Perkantas ataupun mendengar nama dia disebutkan oleh orang lain. Dan rasanya pun juga pernah melihat dia beberapa kali di acara-acara Perkantas. Tidak heran aku merasa sudah tahu dia dan tidak perlu merasa perlu kenalan lagi. Apalagi ketika rapat bersama kami duduk hampir berdekatan. Hanya ogin (panitia lain) yang menjadi penghalang kami hehehe. Makanya pas sehari sebelum tgl 25, ketika bertemu dia di seminar RBC aku pun menyapa dia dan menanyakan besok datang ke gereja, yang cuma dibalas dgn kata “iya”.
Pada waktu pemberkatan di gereja, seharusnya aku datang pagi. Tetapi karena bangun kesiangan, akhirnya telat satu jam dari jadwal yang ditentukan. Dan makin panik ketika melihat gereja masih sepi dan ga tahu ruangan buat pemberkatannya. Akhirnya memberanikan diri menyapa dia yang lagi berdiri di depan gereja.
L: “eh..tahu ruangannya yang mana ga yah?”
H: “eh..apa yah Ci?”
Begitu mendengar sapaan dia itu “Ci...” aku hanya bisa terdiam, bengong antara percaya dan tidak percaya. Baru kali ini disapa dengan panggilan seperti itu oleh orang yang lebih tua dari aku.
Tapi melihat aku bengong mungkin membuat dia menyadari kesalahannya dan buru-buru meralat perkataannya, dan minta maaf karena lupa nama aku. Akhirnya kami berkenalan dan segera saling membantu menyusun berbagai keperluan pemberkatan. Setelah semua sudah selesai dan masih tidak ada tanda-tanda panitia lain akan datang, akhirnya kami menghabiskan waktu dengan saling berkenalan satu sama lain. Kuliah dimana, kerja apa, dan pertanyaan standard lainnya. Setelah itu kami pun sudah larut dengan kesibukan dan tidak ada waktu lagi untuk saling berkenalan.
Ketika ada waktu makan untuk panitia, tanpa sengaja kami mengambil makanan bersama-sama, dan karena enggan bercampur dengan pihak keluarga, akhirnya kami duduk berdua di pojokan dan teman-teman panitia yang lain pun menghampiri dan makan bersama. Entah kenapa saat itu, justru aku menikmati kebersamaan itu. Dan sepanjang pesta, entah kenapa aku merasa sangat nyaman bersama dia, merasa terlindungi ketika dia ada di samping ku. Kalau seperti istilah lagu, “Feels like home”, merasa bisa menjadi diri sendiri dan merasa “nyambung” sama dia. Padahal di kepanitiaan itu ada Donny, yang sebetulnya secara background pendidikan dan pekerjaan kami bisa nyambung, tapi nyatanya apa yang aku rasakan bersama Donny tidak sama dengan apa yang aku rasakan bersama Hansen. Dan aku sangat menikmati kebersamaan abstrak dengan Hansen pada malam itu. Ketika acara sudah selesai, akhirnya iseng menanyakan tentang status dia.
L: “eh kapan nyusul Ryan?” :)
H: “segera” (tapi dengan helaan napas panjang)
L: “oh..” :) ---- (tapi dalam hati kecewa juga)
Pulang dari pesta, dengan keletihan yang luar biasa, malah yang dituju pertama kali adalah komputer. Cek facebook dan friendster cari info tentang dia. Tapi ga bisa lihat datanya karena kami belum menjadi teman. Tapi ketika melihat foto dia di facebook bersama seorang cewek (yang walaupun terpotong setengah mukanya), hatiku langsung mencelos. Yah ternyata dia sudah punya cewek. Sampai disitu, aku pun sudah berniat melupakannya karena berpikir kami tidak akan ketemu lagi dan tidak bisa berhubungan lagi karena tidak mempunyai nomor telponnya.
Dan aku pun melanjutkan hidupku. Tapi beberapa kali entah kenapa selalu terpikirkan dia. Akhirnya memberanikan diri add dia di facebook dan friendster. Begitu sudah jadi teman dan membaca biodata dia dan terutama status dia, malah jadi bingung. Kok single tapi pasang foto cewek??? Tapi aku tetap takut menanyakannya. Dan karena aku tipe orang yang penasaran, akhirnya karena penasaran memberanikan diri mengomentari status dia di facebook dan bertanya soal foto itu. Ternyata Cuma foto bersama temannya (senangnyaaa...).
Setelah itu berusaha mengomentari status dia yang lain, dan mencoba taktik lain yaitu chatting di facebook walau Cuma sebentar. Dan ketika di bulan Desember 2008, tanpa di duga Ryan&Helena mengajak panitia wedding untuk kumpul dan makan bersama, kami akhirnya bertemu lagi. Dan pertemuan kedua ini lebih mengesankan, sepanjang perjalanan rasanya sanguin aku keluar dan menemukan banyak kecocokan teman dengan dia. Baru menyadari kalau dunia memang sempit karena teman-teman kerjaku ternyata teman dia di gereja juga. Tapi pertemuan kedua ini pun berlalu dengan begitu saja sampai di awal Januari ketika aku mempunyai ide mau memberikan kado pernikahan buat Ryan&Helena dari panitia, akhirnya dia yang menawarkan diri buat membelinya. Lama tidak dengar kabar soal kado itu, akhirnya aku memberanikan diri mengirimkan pesan via facebook kepada dia, dan dibalas dan dia mulai mengomentari foto profile aku. Ternyata saat itu dia juga lagi online di facebook, akhirnya kami pun chattingan via facebook dan berujung dia mengajak aku dan panitia yang lain buat jalan bareng untuk cari kado dan dia menanyakan nomor telponku (lalalala....)
Tapi sedihnya pada saat yang telah direncanakan, dia justru tidak bisa ikut. Akhirnya aku pun hanya bisa pergi bersama Donny. Anehnya, aku malah sedih sekali dan down. Setelah itu, aku sadar sudah tidak ada moment dan hal yang bisa membuat kami bertemu dan berhubungan, dan aku pun melanjutkan hidupku kembali dan tidak memikirkan dia.
Tahun baru Cina, 26 januari 2009. Entah kenapa setelah habis telponan sama duma, tiba-tiba jadi teringat dia kembali dan pingin banget sms dia. Setelah didorong sama duma, akhirnya aku pun sms dia dan teman-teman yang lain juga siy, hanya ucapan selamat tahun baru Cina tapi dengan gaya jayus. Eh tidak disangka justru dia membalas ucapan itu dengan jayus juga yang membuat aku tergoda untuk membalas. Dan kami pun akhirnya saling berbalas-balasan sampai larut malam sampai akhirnya aku memutuskan untuk tidur. Dan ketika di antara puluhan sms malam itu, ketika dia menanyakan soal perubahan statusku, baru kali itu aku bisa bercerita dengan orang yang tidak dekat.
27 Januari 2009. Duma tiba-tiba kepikiran soal bisnis online dan mendorongku buat nanya Ryan tentang hal itu. Tapi aku malah nanya Hansen soal itu by email dan kemudian dia memfollow up by sms. Akhirnya kami kembali ber-sms ria.
28 januari 2009. Hari ini ulang tahun ke 26. Dan ternyata dia mengucapkan, walau baru aku balas malamnya, dan kemudian kami saling mengomentari satu sama lain.
Selanjutnya frekuensi sms kami tidak serutin 3 hari itu, tapi beberapa kali kami saling berkirim sms soal kata-kata mutiara maupun ketika dia mengomentari status ku di facebook yang telat dibahas dan dia sms aku untuk menanyakan soal maksud status itu. Sampai akhirnya ketika aku ingin mentraktir teman, dan Ryan mengusulkan untuk mengajak Hansen dan Donny, akhirnya aku pun mengajak dia. Ketika Donny tidak bisa datang, akhirnya kami pun jadi seperti triple date.  Malamnya pun diantar pulang oleh dia, dan terkejut juga dia bercerita soal akk-nya maupun menanyakan soal keluarga.
Setelah itu aku pun sadar sudah tidak ada kesempatan lagi untuk bertemu, dan memilih melanjutkan hidupku. Tapi entah kenapa terkadang diri ini memikirkan dia dan sesekali berhubungan dia mengenai masalah Sola Scriptura (sempat bingung juga siy kenapa dia sampai tiga kali ngajakin gabung panitia Sola Scriptura). Setelah acara Sola Scriptura selesai, aku sadar sesadarnya ini adalah akhir dari kesempatan kami. Rasanya tidak mungkin ada kesempatan lain deh. Tapi ternyata 2 hari sesudah itu, Ryan mengajak aku dan panitia lain buat nonton bareng. Alasannya karena Hansen mau ketemu Ryan buat ambil buku. Akhirnya kami pun ketemuan dan nonton bareng, pulang diantar oleh dia tapi kali ini dia hanya diam saja. Bingung.
Entah ada angin apa, akhirnya seminggu setelah itu aku memberanikan diri buat mengajak dia nonton “Confession of Shopaholic”. Ternyata dia ok juga. Dan karena kesalahpahaman akhirnya aku jadi nonton berdua saja sama dia, ternyata dia yang tadinya kelihatan agak ogah-ogahan nonton malah yang tertawa paling keras dan terlihat sangat menikmati :) Dan membawa atmosfir yang sangat baik sehingga akhirnya kami pun makan bareng dan selanjutnya pun janjian lagi untuk nonton berdua. Tapi rupanya hanya sampai di tanggal 9 April saja. Karena ketika pada tanggal 13 April, aku mengucapkan selamat ulang tahun ke dia, tapi tidak ada balasan dari dia. Dan akhirnya aku pun memutuskan untuk tidak mengharapkan dia. Dan tidak mendengar kabar dia lama sekali. Aku memutuskan untuk membuka hati buat orang-orang lain yang sudah mendekatiku sebelumnya tapi selalu kutolak. Tapi walau sudah membuka hati, toh aku merasa mereka bukanlah orang yang aku cari selama ini dan aku pun menutup hati lagi. Tapi jauh di lubuk hati yang terdalam aku tetap berharap bisa berhubungan kembali bersama Hansen walau tidak tahu caranya bagaimana.
Suatu hari ada pengumuman di YM yang memberi tahu bahwa kita bisa berhubungan dengan teman-teman di facebook yang mempunyai account yahoo. Iseng aku pun mengklik itu dan akhirnya semua account itu pindah ke YM. Termasuk account dia. Dia menerima invitation itu, namun kami tidak pernah chatting di YM. Akhirnya ketika bulan masuk bulan Mei, kesibukan sudah mulai banyak dan sering bergadang untuk mengerjakan tugas. Dia sudah mulai terlupakan olehku, namun justru di saat itulah dia kembali hadir dalam hidupku. Mengomentari status di facebook, ataupun di YM sambil mengajak chatting singkat hampir tiap sore. Dan akupun menyemangati dia dengan persiapan sidang S2 nya.
Pertemuan kami kembali akhirnya di bulan Juni akhir ketika dia mengajak aku dan panitia yang lain untuk makan-makan merayakan ulang tahun dan kelulusan dia. Tapi akhirnya jadi double date. Setelah itu kami tidak bertemu lagi namun komunikasi kami sudah lebih rutin melalui chatting ataupun sms. Sampai tiba-tiba dia mengajak ketemu di bulan Agustus namun tidak jadi. Tetapi dia tetap menyemangatiku ketika aku sangat down dengan maribeli dan menyemangati membuka shmily. Libur lebaran 2009 menjadi saat yang menyenangkan bagiku karena sepanjang liburan kami tetap berhubungan dan bisa mengenal dia lebih dalam.
Tetapi setelah libur itu selesai, tiba-tiba seorang temannya secara tersamar memberitahu kalau dia menggumulkan orang lain. Hatiku menjadi gundah akan kejelasan hubungan kami, dan ketika membaca status dia, aku semakin takut kalau perkataan itu memang benar. Pengorbanan dia mengantar pulang ke rumah sampai jam 12 malam, dan pemberian oleh-oleh dari Singapur tidak sanggup mengusir kegalauan itu. Akhirnya ketika kami jalan bersama di hari Minggu, aku pun memberanikan diri bertanya soal itu semua, dan ketika tahu jawaban yang sesungguhnya aku pun sangat kecewa. Hancur, sedih, marah dengan diri sendiri yang begitu bodoh bermimpi dan berharap dengan mudahnya. Akhirnya di tengah kehancuran hati itu, aku pun memutuskan dan berdoa kepada Tuhan bahwa aku akan melupakan dia. Meminta Tuhan mencabut perasaan itu jika itu memang kehendakNya, dan membantu aku melanjutkan hidup kembali. Tetapi doaku sepertinya tidak didengar oleh Tuhan, karena aku tetap tidak kuat untuk tidak berhubungan dengan dia. Sampai akhirnya di akhir bulan November 2009, karena sudah tidak kuat dengan kegalauan ini akhirnya aku pun memberanikan diri menanyakan arah hubungan kami. Jujur saja menurutku jawaban dia saat itu pun menggantung, tetapi aku sudah membulatkan tekad untuk move on walau dengan hati yang hancur dan sakit. Tapi tekad hanyalah tinggal tekad ketika malamnya dia mengajak chatting untuk berbicara dan menutup chatting dia dengan meminta aku untuk mendoakan pergumulan dia soal kerjaan dan pasangan hidup. “keputusannya di akhir tahun” kata dia.
Ya sudah, aku pun memutuskan buat memberi kesempatan bagi dia sampai akhir tahun. Dan ketika memasuki bulan desember, kami masih tetap berhubungan dan makin intens berkomunikasi dan saling mengenal satu sama lain. Sampai akhirnya dia pun mengajak jadian tanggal 27 Desember 2009, hari minggu malam.
Itulah bagaimana aku bertemu Hansen dan akhirnya sampai dengan saat ini kami sudah menjalin hubungan selama 5 bulan 3 minggu 3 hari (pada saat tulisan ini dibuat). Kalau diingat-ingat mengenai masa pergumulan itu, aku sungguh melihat tangan Tuhan menopang aku untuk tetap berharap padaNya walau kenyataan tidak sesuai dengan harapanku. Bahkan ketika aku merasa sudah tidak ada jalan, tapi Tuhan menunjukkan jalanNya lewat hal-hal di luar pemikiran aku. Dan sekarang aku dapat melihat bahwa tiap hal dapat Tuhan pakai untuk menunjukkan pada kami bahwa Dialah Allah kami yang berkuasa dan berdaulat atas segala sesuatu.
Masa pertemuan dan perkenalan kami jika ditulis mungkin bisa tujuh lembar halaman, tapi aku sungguh berharap bahwa kisah kami tidak hanya berhenti di halaman ketujuh, tapi bisa sampai beribu-ribu halaman. Dan itu hanya bisa terjadi lewat Tangan Tuhan yang menggengam erat tangan kami berdua. Ketika kami berdua merasa bahwa genggaman itu semakin renggang karena gesekan karakter, emosi, keegoisan, atau pun hal lainnya, aku hanya bisa berdoa bahwa Tangan Tuhan tetap memegang tangan kami dan tidak akan melepaskan genggaman tangan kami.
Sadar bahwa kami adalah dua manusia yang berbeda karakter, kepribadian, sifat, latar belakang keluarga, pendidikan, pemikiran, jurusan, aktivitas, hobi, kesukaan, dan sebagainya. Aku bukanlah sanguins yang bisa setiap saat selalu ceria dan ramah kepada setiap orang. Aku bukanlah seorang kolerik yang bisa memutuskan dan berpikir rasio. Aku bukanlah seorang phlegmatik yang easy going dan nyaman dengan segala kondisi maupun situasi. Aku hanyalah seorang melankolis yang mengenakan kaca mata gelap dalam melihat dunia, yang lebih menyenangi kesendirian dan ketenangan di dalam keramaian, yang menyukai kata-kata dan lebih bisa menuangkan hati dan pemikiran lewat kedalaman makna tulisan, gambar, dan lagu, yang lebih memilih bermimpi daripada bangun menghadapi kenyataan, yang memilih menghadapi kegetiran hidup lewat tangisan dan berusaha kuat sedikit demi sedikit. Aku hanyalah seseorang yang menyukai kekelaman daripada keceriaan, yang mengagungkan cinta dan akan memelihara cinta ketika cinta itu datang dan berlabuh.
Aku sudah menemukan kapal cinta itu setelah sekian lama menanti. Ketika badai menghantam kami, aku berharap kami tetap kuat melawan badai itu dan mengarungi perjalanan bersama untuk menjadi sebuah kisah yang nantinya bisa kami ceritakan ke anak cucu kami. Hanya peganglah tangan kami berdua, berikan kami Kasih yang murni dan tulus, ajarkan kami saling rendah hati untuk mau dibentuk oleh Tuhan melalui setiap gesekan karakter yang pasti akan selalu muncul di dalam perjalanan ini, ajarkan kami untuk tidak terbawa emosi tapi selalu mencari jawaban dari semua persoalan, dan ajarkan kami juga untuk saling melayani satu sama lain. Maafkan aku yang seringkali egois dan begitu kelam menilai segala sesuatu. Aku sungguh berdoa bahwa Tuhan yang mengatur pertemuan kami, Tuhan yang sama pulalah yang akan menjaga kami melalui setiap badai-badai kecil, maupun badai besar sekalipun dalam kapal hubungan ini. Just don’t give up on me J
I Will Be Here
Tomorrow morning if you wake up 
and the sun does not appear
I will be here
If in the dark, we lose sight of love
Hold my hand, and have no fear
'Cause I will be here.
I will be here
When you feel like being quiet
When you need to speak your mind
I will listen.
And I will be here
When the laughter turns to cryin'
Through the winning, losing and trying
We'll be together
I will be here.
Tomorrow morning, if you wake up
And the future is unclear
I will be here.
Just as sure as seasons were made for change
Our lifetimes were made for these years
So I will be here.
I will be here
And you can cry on my shoulder
When the mirror tells us we're older
I will hold you
And I will be here
To watch you grow in beauty
And tell you all the things you are to me
I will be here.
I will be true to the promise I have made
To you and to the One who gave you to me.
Tomorrow morning, if you wake up
And the sun does not appear
I will be here
Oh, I will be here.


I love you always and forever, Hansen Wiriadinata

Saturday, June 19, 2010

Gotta figure this out before I lose him

0 komentar
our condition is getting better but neither my heart. Hati ini masih diliputi kekalutan dan mengingat perkataan dia ϑï pertengkaran kami siang kemarin. Pikiran putus selalu bergema ϑï pikiranku, tapi tidak pernah sekalipun kuucapkan. Tapi ketika kemarin dia mengucapkan kata itu ϑï tengah emosi kami yang bergejolak, rasanya aku bisa mengerti kalau dia sedang mengevaluasi hubungan kami diam-diam. Dan aku pun mengevaluasi diriku juga. Apakah memang benar emosiku yang labil ini yang mempengaruhi hubungan ini? Atau memang sebenarnya kami tidak cocok satu sama lain?
Tapi aku takut kehilangan dia...
Sent from my LauceBerry®

Friday, June 18, 2010

Conversation with Hansen Wiriadinata on 18/6/2010

0 komentar
Hansen Wiriadinata: kenapa begitu?
Hansen Wiriadinata: apakah gua menuntut elu selalu ceria?
Hansen Wiriadinata: humhh...gua melihat dalam hubungan dengan gua,elu hampir selalu menuntut dan bersikap negatif jika tuntutan elu tidak terpenuhi
Hansen Wiriadinata: gua jadi mikir
Hansen Wiriadinata: apa itu juga yang menjadi masalah dalam hubungan elu dengan ortu elu :)
l_alanda: Yah..mungkin tanpa gue sadari gue menuntut u krn gue tkt kehilangan u. Krn dlm kondisi fisik gue skg, gue jd sgt labil dan lemah. Gue lg brusaha memulihkan kembali kualitas hubungan gue dan Tuhan saat ini. Yah itu kritik u buat gue. Thanks :)
Hansen Wiriadinata: yah sori deh kalo gua reaktif kaya gini
l_alanda: I appreciate that to make me a better person for you :)
Hansen Wiriadinata: gua ngerasa gua belom kasih tuntutan 1 pun,tapi gua ngerasa udah dapet banyak tuntutan :)
l_alanda: Iyaaa :)
l_alanda: Sori sayang
l_alanda: >:D<
Hansen Wiriadinata: :)
Hansen Wiriadinata: >:D<
l_alanda: Jd kita ud baikan niy? :p
Hansen Wiriadinata: humh..gua siy iya
Hansen Wiriadinata: cuma yah itu
Hansen Wiriadinata: terutama yang masalah chatting harus konsen
Hansen Wiriadinata: gua ga tau harus konsen gimana lagi :))
Hansen Wiriadinata: gua ga yakin bisa memenuhi smua tuntutan elu :))
l_alanda: yah sbetulnya gue hanya brusaha menyampaikan perasaan gue siy. Kan kita harus belajar menyampaikan perasaan kita. Tp ke u jd nyampainya berupa tuntutan yah :)
Hansen Wiriadinata: yah mungkin karena elu lagi sakit juga
l_alanda: Yah ini proses komunikasi cowo dan cewe yah..
l_alanda: Jd ke depan u mau gue gimana?
l_alanda: Tuntut gue dunk :p
Hansen Wiriadinata: gua menuntut elu supaya jangan banyak menuntut gua :))
l_alanda: #:-s iya deh. Tp gue ga tau kan smp sejauh mana kadar elu merasa dituntut ama gue. Mungkin bg gue cm sekedar berbagi perasaan nah ternyata bagi u uda sampe tahap tuntutan. Yah gue kan ga tau itu
l_alanda: Yah nanti tlg ksh tau lah batas2nya itu
Hansen Wiriadinata: hehe
Hansen Wiriadinata: yang itu bercanda lau :)
Hansen Wiriadinata: yah itu proses deh yah
l_alanda: Yg mana yg bercanda?
l_alanda: Yah proses gesekan karakter :)
Hansen Wiriadinata: lagi boring nih :)
Hansen Wiriadinata: lagi ga banyak kerjaan
Hansen Wiriadinata: huhuhu
Hansen Wiriadinata: hehe
Hansen Wiriadinata: so far sih sebenernya yang bikin gua sebel kalo elu complain gua cuek :)
Hansen Wiriadinata: or semething like that
Hansen Wiriadinata: karena gua perlu waktu dan proses untuk belajar jadi ga cuek :)
Hansen Wiriadinata: tapi gua juga sedang mencoba untuk berubah kok :)
Hansen Wiriadinata: untuk elu :)
Hansen Wiriadinata: yang gua menuntut elu untuk tidak menuntut gua :D
l_alanda: Ya udah :) gue jg mungkin hrs blajar mengurangi blak2an gue dan belajar mencari kata2 yg tepat buat situasi u
l_alanda: Eh ya udah jalan2 gih..cari hiburan :) ke episentrum gitu. I'm still stuck in home for 1 month niy :(
Hansen Wiriadinata: gua selama elu sakit akan lebih sering ke rumah elu kok :)
Hansen Wiriadinata: yah 3x seminggu
Hansen Wiriadinata: dan ga ke mall2
Hansen Wiriadinata: kan buat ngemat juga :-P
Hansen Wiriadinata: gua akan nemenin elu kok selama elu sakit
Hansen Wiriadinata: cooo cwwwiittttttt kan
Hansen Wiriadinata: huehuehue...
l_alanda: Iya deh..thanks sayangg :* >:D<
Hansen Wiriadinata: cuma yah sori kalo gua ke rumah elu malah jadinya nonton bola :-P
Hansen Wiriadinata: hehe
Hansen Wiriadinata: namanya juga cowo :-P
Hansen Wiriadinata: hehe
Hansen Wiriadinata: gua bener2 ga nyadar kok :)
l_alanda: Huahaha..katanya u ga suka bola?
l_alanda: Ga nyadar knp?
Hansen Wiriadinata: tau yah,tapi kemaren nonton suka2 aja tuh
Hansen Wiriadinata: hehe
Hansen Wiriadinata: iya,ga nyadar elu ajak ngomong pas lagi nonton bola :D
l_alanda: Yah kalo piala dunia atmosfirnya emg beda siy. Lbh seru nontonnya :)
l_alanda: Org yg ga suka pun jd suka
Hansen Wiriadinata: :)

Sent from my LauceBerry®

Tuesday, June 01, 2010

What should I do?

0 komentar
Mungkin ini ujian ketiga dalam hubungan kami setelah ulang tahunku dan Youthphoria. Ketika aku harus belajar berbagi hansen dgn gerejanya.
Gue pikir ke depan setelah dia tidak ϑï kape lagi, kami akan mempunyai banyak waktu bersama.
Tapi ternyata dia ditawari untuk lanjut kape lagi (pengecualian), yang berarti dia akan ada ϑï dalam 2 kepengurusan gereja :( dan itu berarti juga waktu kami akan berkurang lagi. Dan mungkin saja akan ada perubahan dalam rencana kami ke depan.
Dan isu gereja menjadi sensitif dalam hubungan kami skg.
Should I starting to move to GKY now, while I'm still dunno what my burden is :(
Hansen Wiriadinata: yah just the matter of time siy
Hansen Wiriadinata: salah satu harus pindah memang :D
Hansen Wiriadinata: menurut gua mah itu 1 hal yang udah obvious yah
Hansen Wiriadinata: gua rasa sebenernya elu bukan lagi bener2 pengen tau deh
Hansen Wiriadinata: tapi lebih ke keberatan harus pindah gereja
Hansen Wiriadinata: iya kan? :-P
Hansen Wiriadinata: keberatan hati nurani yah :))
Hansen Wiriadinata: tul ga? :D
Hansen Wiriadinata: soalnya menurut gua pertanyaan2 elu dah obvious
Hansen Wiriadinata: jadinya gua malah bingung kenapa itu jadi pertanyaan
Hansen Wiriadinata: dan gua ngerasa hal2 yang elu tanyakan,elu sebenernya dah tau jawabannya :-P
Hansen Wiriadinata: elu hanya menanyakan pertanyaan2 itu,karena sebenernya elu enggan untuk melakukan hal2 yang elu tau jawabannya
Hansen Wiriadinata: ‎​‎​‎​​˚°º:)♣[ĥє³ĥє³ĥє³]♣:)º°˚
l_alanda: is it ‎˚☺k!˚ alasan pindah gereja krn merit doang?
Hansen Wiriadinata: kalo just because married mungkin ga
Hansen Wiriadinata: tapi itu jadi alasan yang sangat kuat :)
l_alanda: Emang kalo misalnya u yg pindah ? :p
Hansen Wiriadinata: kayanya inti masalahnya itu :)
Hansen Wiriadinata: humh..yah masalah pelayanan siy
Hansen Wiriadinata: secara rasio,karena gua dah ada 'karir' di gky,lebih mudah buat elu yang 'tidak ada karir' pelayanan untuk pindah
Hansen Wiriadinata: terus masalah teman2 juga
Hansen Wiriadinata: meskipun elu ada banyak temen di grii,tapi kan cuma say hi doank pas ketemu :)
Hansen Wiriadinata: gua rasa mungkin ga ada emotional bounding
Sampai disini, gue tahu kalau gue memang akan pindah gereja. Tapi sampai sekarang gue msh belum menemukan alasan kuat selain karena hansen kenapa gue hrs pindah gereja :(
God, please show me the way :(
Sent from LauceBerry® smartphone

Sunday, May 16, 2010

I will be here

0 komentar
I've found this beautiful song. It will be perfect for the wedding clip...





Tomorrow morning if you wake up
And the sun does not appear,
I will be here.

If in the dark we lose sight of love,
Hold my hand and have no fear,
‘Cause I will be here.

CHORUS
I will be here when you feel like being quiet;
When you need to speak your mind, I will listen.
And I will be here when the laughter turns to crying;
Through the winning, losing, and trying, we’ll be together,
‘Cause I will be here.

Tomorrow morning if you wake up
And the future is unclear,
I will be here.

As sure as seasons are made for change,
Our lifetimes are made for years,
So I will be here.

CHORUS
I will be here, so you can cry on my shoulder;
When the mirror tells us we’re older, I will hold you.
And I will be here to watch you grow in beauty,
And tell you all the things you are to me;
I will be here.

I will be true to the promise I have made,
To you and to the One who gave you to me.

As sure as seasons are made for change,
Our lifetimes are made for years,
So I, I will be here.
We'll be together and i will be here.

Saturday, May 01, 2010

Full Moon

0 komentar
Tonight is full moon..and we were hang out on friday night looking for food at 10pm. And finnally we were end up in Burger and Grill Tebet. And for 3 hours we chit chat talked about anything..our past,present,and future. And surely I'm sure even though he hasn't ask me yet that I want to spend my life time like this. We have this emotional bounding.




Sent from LauceBerry® smartphone