Thursday, December 30, 2010

Roller coaster of love

3 komentar
27 December 2010
Our first anniversary...
Everything seems perfect.. he gave flowers and I gave him a wallet..
i was so in love.. we went dinner and in the end he allowed me to buy new BB.

28 December 2010
i feel not well since I cant sleep last night. But he is very patient and cheer me up

29 December 2010
Chatting seperti biasa di kala siang hari, namun ketika sampai malam hari; belum ada tanda-tanda dia akan/sudah ngomong dengan orang tuanya. Setiap kali bertanya, hanya dijawab sabar. Sampai akhirnya dia mengakui kalau dia tidak yakin 100% untuk merit dan membutuhkan waktu sampai akhir tahun (padahal sudah diberi waktu sebulan lebih), tanpa menjelaskan alasannya.

Dan sekarang gw yg lagi kebingungan dan sedih ini, dianggap jadi melodrama sama dia :(

Thursday, December 23, 2010

It's not Christmas without you

0 komentar
Now its Christmas and you’re so far away
On this Christmas I just wish you had stayed
And I wonder if you’re thinking of me today
I don’t know what I’ll do its not Christmas without you

I hear carols in the distance
Don’t want to listen because every sound says your not here
Just in case you change your mind I’ll leave a light over the door
And hope you suddenly appear

It's not Christmas without you


Tuesday, December 14, 2010

Will you?

4 komentar
Finally,
he "propose" me or asking me about the possibility marriage in 2012 3 weeks ago.
Actually, I want in 2011 but after thinking about our economy and wedding preparation, I agree in February 2012 :)

 he hasn't talk with my family or his family but in several times, he started to confess me that we ACTUALLY gonna marry in 2012.

i started to browsing the bridal, made guest invitation list, the theme of the wed party and my friends are so excited :) I know I cant wait long enough especially when I saw this video



sometimes I wish that Hansen will propose in romantic way (which I know its not gonna be happen).

and when someone in the past start to knocking on the door again,
why I'm so happy :(

I wish i can have chance to meet him before i get marry and prove my feeling that I don't have heart again with him

Saturday, November 20, 2010

Day 2&3 : Not Egocentric

0 komentar
Sebuah artikel dari sebuah buku tentang keluarga (penulisnya sendiri yang mengirimkan tulisan ini), awalnya sangat malas membacanya tetapi ketika dibaca, wow...bagus sekali. Rasanya ini jawaban untuk pertanyaan seorang teman kepadaku beberapa hari yg lalu dan juga pertanyaan untuk pergumulanku sendiri, "Buat apa sih kita menikah? Toh menikah juga bukan jaminan kita bahagia."

Iya yah..hampir seluruh barang didunia ini diciptakan sepasang (misalnya sepatu, kaca mata, gunting) ... Kita tidak akan bisa menggunakan fungsi barang tersebut secara maksimal, jika kita tidak menggunakannya secara sepasang. demikian juga manusia, jika ia hanya seorang diri, maka ia tidak akan bisa menggenapi rencana Allah dalam hidupnya. ia butuh seorang partner, dan melalui partner tersebut Tuhan juga membentuk karakternya.

Aku jadi berpikir kebahagiaan seperti apa yang Tuhan mau di dalam suatu hubungan? apakah jika kita merasa bahagia, maka itu kebahagiaan yang Tuhan mau? Ataukah kebahagiaan itu adalah ketika kita semakin dibentuk karakter kita, iman kita, pengharapan kita, walaupun itu menimbulkan air mata dan sakit di dalam proses belajarnya?

_______________________________________________________________________________


Kita tidak dipanggil untuk hidup sendirian. Melalui hidup sehari-hari, kita sadar sungguh membutuhkan banyak orang.

Jika mau menjadi diri kita sendiri saja, U are U! Kata iklan, tanpa peduli orang lain, akhirnya hidup terisolasi. Pelan-pelan kita malas memperhatikan orang lain, padahal manusia dipanggil Tuhan untuk hidup bersekutu, terutama dengan keluarga yang kita kasihi.

Dalam Alkitab, panggilan ini Tuhan berikan kepada Adam, ”Tidak baik kalau manusia seorang diri saja, Aku akan menjadikan seorang penolong yang sepadan dengan dia.”

Ada wadah yang Tuhan sediakan agar kita belajar tidak egois. Wadah itu dalam bentuk keluarga, ada pasangan, ada anak-anak. Dalam hidup bersama-sama kita diasah untuk makin menyerupai Kristus.

Kalau sampai ada orang berkata,”Saya tidak butuh orang lain. Saya bisa kok hidup sendiri saja.” Ini adalah kesombongan yang luar biasa. Lihatlah semua yang menempel pada tubuh: kaca mata, baju, celana, jam tangan. Tidak bisa kita buat sendiri bukan?

Saya mau menceritakan kisah pernikahan Martin Luther, reformator yang sangat kuat kepemimpinannya. Dia ada kelemahan, kemarahannya meledak-ledak, jelas seorang kholerik. Kemudian beliau menikah. Isterinya, Kathy van Bora, adalah wanita Saxon yang berlidah tajam, seperti pisau. Begitu bicara, orang yang mendengarnya serasa diiris-iris sampai berdarah-darah. Ih ngeri...

Yang mengherankan, pernikahan mereka berjalan dengan lancar. Seperti pepatah mengatakan air sama air kelak menyatu, sampah itu pun ke tepi juga. Mereka menikmati kedamaian dan cinta kasih. Apa rahasianya? Martin Luther mengatakan, pernikahan adalah seperti sekolah pembentukan karakter. Kami berdua banyak belajar di sekolah itu.

Sekolah tidak usah pergi jauh-jauh. Rupanya sekolah ada di rumah. Begitu bangun tidur langsung sekolah sampai malam tiba. Sekolah ditutup untuk dibuka keesokan harinya saat mata terbuka menyingsing hari yang baru.

Keberhasilan pernikahan adalah dua orang yang tidak takut berubah dan bertumbuh. Mereka sama-sama tidak egois yang hanya menuntut pasangan berubah tapi justru mau menuntut perubahan diri sendiri.

Dalam keluarga ada INTERAKSI dan PERSEKUTUAN yang sejati. Persekutuan (fellowship) berarti mengalami hidup bersama-sama. Ada sama dimakan, tidak ada sama ditahan.

Suami istri yang telah ber-Janji Nikah di hadapan Tuhan. Sebuah janji yang mengikat, saya bersedia sehidup semati. Bukannya saya hidup kamu mati. Tapi maksudnya selalu bersama-sama ketika senang maupun susah, sehat maupun sakit, kaya maupun miskin sampai maut memisahkan. Inilah fellowship yakni kebersamaan. Fellowship adalah relasi. Suami isteri berelasi, orang tua anak berelasi, anak-anak bersaudara juga berelasi. Keluargalah wadahnya.

Dalam Fellowship Tuhan Yesus hadir. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."[i]

Bukan di tengah 1000 orang. Jika demikian, salah-salah kita tidak saling mengenal dan merasa sendirian di tengah keramaian. Tidak juga di tengah 1 orang. Kenapa satu orang tidak cukup untuk Tuhan hadir? Kenapa Tuhan Yesus katakan 2-3 orang? Karena firman Tuhan ini juga berbicara mengenai konteks keluarga, ada suami isteri dan anak.

Pada saat Family Altar, kita berkumpul membaca Firman dan doa bersama, Tuhan Yesus hadir. Itulah fellowship yang sebenarnya.

2 - 3 orang juga menyiratkan kasih yang membutuhkan objek. Rahasianya, Allah adalah kasih[ii] dan kasih tidak mungkin hadir dalam diri satu orang saja.

Bila tidak ada kasih antara suami isteri, persekutuan pasti hanyalah pura-pura saja. Konteks kasih terbesar sejatinya terdapat dalam keluarga, karena ada ikatan darah. Darah lebih kental dari air. Suami istri sudah bersatu dalam satu daging. Anak-anakpun dari darah daging mereka. Dalam ikatan ini, kasih hadir.

Ikatan kasih yang terindah adalah Tuhan Yesus yang mengasihi dalam ikatan darah. Darah-Nya yang kudus telah menebus dan menjadikan kita satu di dalam tubuh Kristus.

[i] Matius 18:20

[ii] 1 Yohanes 4 :8

Taken from GARAM & TERANG bagi Keluarga, Bab 10 Not Egocentric

Thursday, November 18, 2010

30 hari mengenal cinta

0 komentar
Tidak menyangka akhirnya benaran menulis tentang ini.
Hampir 11 bulan hubungan ini dan entah sudah berapa kali pertengkaran yang terjadi
dan memang benar kata-kata dia, bahwa seringkali pertengkaran itu bersumber dari perasaanku yang labil.

Jadi terpikirkan apakah cinta itu?
Bagaimana mengaplikasikan hubungan yang sehat dan berpusat kepada Allah ke dalam relasi ini?
Bagaimana 2 orang dengan latar belakang yang berbeda, karakter berbeda, pola pikir yang berbeda dapat mengatasi setiap perbedaan yang ada.
Bagaimana menerima perbedaan pasangan kita, bagaimana mengasihi dengan tulus.

Jika berbicara soal kasih,
maka kita harus kembali kepada Allah, sang sumber kasih itu.
Dan selama 30 hari ke depan, aku akan mencoba menggumulkan apakah kasih itu.
dan mendisiplinkan diri buat menulis hasil perenungan itu (supaya diingat)
dan berjuang mengaplikasikannya (jia youuu)

Seperti hasil pergumulan di hari pertama ini,

"Sometimes we just have to love from a distance and leave it in God's hands."

Wednesday, November 17, 2010

:'(

2 komentar

Ngiri banget dengan teman-teman yang spending time with their loved one dï liburan hari ini

Dan makin nangis baca kalimat ini dï twitter :'(


Sent from my LauceBerry®

:(

0 komentar

God,
I am sad.
If only You could hug me now.
I want to feel Your presence.
:(

kecewa

0 komentar



sedikit waktu yang kau miliki
luangkanlah untukku
harap secepatnya datangi aku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
sekali ini ku mohon padamu
ada yang ingin ku sampaikan
sempatkanlah



* hampa, kesal, dan amarah
seluruhnya ada di benakku
andai seketika hati yang tak berbalas
oleh cintamu



** ku ingin benar melampiaskan
tapi ku hanyalah sendiri di sini
ingin ku tunjukkan pada siapa saja
yang ada bahwa hatiku kecewa



seperti menunggumu di sini
seperti seharian
berkali ku lihat jam di tangan
demi membunuh waktu


tak kulihat tanda kehadiranmu
yang semakin meyakiniku
kau tak datang


Sunday, October 24, 2010

Heartbreaks, happen by expecting too much.

1 komentar

Dear Lord,
Teach me how to put my hopes and dreams to You
And not to the man


Sent from my LauceBerry®

Thursday, October 21, 2010

Sabar Ÿªª, Laura...

0 komentar

Disaat semua pikiran&perasaan yang tidak diinginkan itu muncul, kata-kata ini muncul...

Belajarlah u/ Diam dari banyaknya bicara,
Belajarlah u/ Sabar dari sebuah kemarahan,
Belajarlah u/ mengalah dari suatu Keegoisan,
Belajarlah u/ tetap Tegar dari setiap kehilangan,
Belajarlah u/ selalu Bersyukur dari setiap Kebahagiaan.

Orang yg paling Bahagia tidak selalu memiliki sesuatu yg Terbaik dalam Hidupnya,
tetapi hanya selalu Berusaha u/ menjadikan setiap apapun yang hadir dalam Hidupnya menjadi yang TERBAIK...

Kasihmu dibentuk bukan saat kau ada di tempat yg penuh Perhatian.
Tapi di tempat yg ada Penolakan...

Pengharapanmu dibentuk bukan saat kau berada dalam suatu Kepastian.
Tapi dalam Keraguan...

Imanmu dibentuk bukan saat kau dalam Kenyamanan,
tapi dalam Penderitaan...

Begitulah cara TUHAN membentuk anak2NYA,
karena dalam kelemahanmulah,
Kuasa TUHAN menjadi Sempurna...


Sent from my LauceBerry®