Friday, December 19, 2008

Who is my true friend?

Belakangan ini gue lagi diuji soal persahabatan.
sebetulnya apa arti persahabatan itu?
siapakah sahabat sejati itu?
apa saja peran sahabat dalam hidup kita?
harus sampai sejauh manakah pengorbanan sahabat itu?
adakah sahabat dalam duka?

Api utama yang membakar gue sehingga menulis posting ini adalah teman-teman gue dari Tarsi, tepatnya GaLeRi. (i dont care if they read it, btw)
Deasy ngundang GaLeRi ke pesta rumah kokonya, dan (jujur) gue agak malas karena cape juga dan serba nanggung. Selain itu, bawaaan gue banyak banget.
Tapi akhirnya yah udah deh, setelah deasy telpon dan sms gue 2kali, akhirnya gue datang juga.
Gue pikir, toh kita udah lama gak ketemu dan deasy juga selama ini selalu berusaha meluangkan waktu untuk ketemu di tengah kesibukannya juga.
Bah, tapi ternyata prinsip ini gak berlaku buat temen-temen yang lain. Gue tahu mereka sibuk, tapi mereka kok gak mandang pertemanan ini yang udah dari sma. ato sebetulnya kita bukan temenan lagi yah??

Yuli yang lebih milih nonton transporter daripada datang, dan kemudian malah membujuk gue untuk nungguin dia selama 3jam. Bah...sapa dia coba...
Linda, yang malah cari alasan supaya ga datang
Ria, kalo ini gue ngerti soale gue pernah ada di posisi dia yang harus ke depok buat skripsi.

padahal mereka semua sudah janji akan datang. justru gue yang sebelumnya malah ragu untuk datang

Perasaan gue udah kesel dan dongkol, dan gue yakin deasy juga walo dia tutupin.

Gue bener2 ga abis pikir sama temen-temen lama gue,
seperti duma, devi, christin, wanny...
seperti habis manis sepah dibuang
ketika mereka sudah dapat cowok atau sedang hepi, maka mereka akan melupakan gue sebagai teman mereka. bahkan ketika gue sedang sedih atau butuh mereka untuk sekedar curhat;
gue malah tidak dapat menggapai mereka. Sms gak dibalas, telpon gak diangkat, comment dicuekin, mau ketemu susahnya minta ampun kayak mau ketemu ratu inggris aja.

tapi pas mereka lagi ada masalah, putus, berantem sama cowoknya, dll; eh malah menghubungi gue dan curhat berjam-jam; tapi ketika gue mau curhat, eh malah diputus telponnya, eh dijemput cowoknya lah, atau mau tidur dulu.

Sebel gue sama temen seperti itu. Yang ga abis pikir kenapa setelah berteman lima tahun bahkan sampai 15 tahun kok kelakuannya kayak gitu ya?
mana tuh yang artinya, friendsip forever; friendship indeed, sister in christ, or another bullshit about friendsip quotes.

Gue jadi ingat perkataan salah seorang coworker gue kalo temen itu ga bisa dipercaya. Mending u percaya atau terbuka saja sama cowok lu daripada sama temen u, karena banyak backstabber friend.

kayaknya itu akan menjadi quote gue ke depan...

pahit digituin...


another update about love life:
si skinny cat ternyata mengalami musibah. namun beritanya masih simpang siur, antara kecelakaan dan tangannya terluka atau karena penyakit gondong.
lucunya, sakit tapi tetap aja jalan2 ke...

untungnya gue gak liat dia.
soalnya walaupun dua bulan ini gak mikirin dia lagi karena pikiran terfokus ke kerjaan, tapi tetap aja yah gue jadi kuatir dengar kabar burung ini dan membuat gue mendobrak batas2 yang gue buat sebelumnya. Tapi thx God gue tidak sms, telpon, atau melakukan sesuatu hal yang memalukan lagi.

Hah, gue rasa dia kualat sama gue siy heheehe

0 komentar: