Tidak menyangka akhirnya benaran menulis tentang ini.
Hampir 11 bulan hubungan ini dan entah sudah berapa kali pertengkaran yang terjadi
dan memang benar kata-kata dia, bahwa seringkali pertengkaran itu bersumber dari perasaanku yang labil.
Jadi terpikirkan apakah cinta itu?
Bagaimana mengaplikasikan hubungan yang sehat dan berpusat kepada Allah ke dalam relasi ini?
Bagaimana 2 orang dengan latar belakang yang berbeda, karakter berbeda, pola pikir yang berbeda dapat mengatasi setiap perbedaan yang ada.
Bagaimana menerima perbedaan pasangan kita, bagaimana mengasihi dengan tulus.
Jika berbicara soal kasih,
maka kita harus kembali kepada Allah, sang sumber kasih itu.
Dan selama 30 hari ke depan, aku akan mencoba menggumulkan apakah kasih itu.
dan mendisiplinkan diri buat menulis hasil perenungan itu (supaya diingat)
dan berjuang mengaplikasikannya (jia youuu)
Seperti hasil pergumulan di hari pertama ini,
"Sometimes we just have to love from a distance and leave it in God's hands."
Singapore 1 - 3 May 2018 (unplanned short trip)
8 years ago







