Friday, April 02, 2010

Two sinners in the foot of cross

Hari Jumat agung dan aku kembali lagi menangis setelah dia membatalkan janji yang sudah kita sepakati karena sakit.
Masalah yang sama selalu menghantui hubungan ini yaitu masalah dia bertemu dengan keluargaku. Selalu ada halangan dari pihak dia yang membuat rencana yang sudah disusun sedemikian rapi selalu tidak jadi.
Dan ini selalu membuat hubungan kami menjadi tegang.

Dan ∂ï tengah kegalauan hati ini , ∂ï tengah ibadah jumat agung melalui firman dan nyanyian (Tertunduk KepalaNya), Tuhan tetap mengingatkan akan siapa Pemimpin hubungan ini. Bahwa aku dan hansen hanyalah manusia yg berdosa yg saling mengecewakan satu sama lain.

Justru kami harus menggantungkan harapan kami kepada Tuhan yang tidak akan mengecewakan kami, dan aku juga sadar jika aku sendiri adalah manusia berdosa yang membutuhkan kasih pengampunan dari Tuhan.

Aku juga harus belajar fleksible dan entah kenapa mungkin inilah pembentukan Tuhan atas karakter aku dan juga akan masa depan hubungan kami. Mungkin ujian2 dalam hubungan ini akan semakin berat ke depan. Dan pembentukan ini ada makna tersendiri yang hanya Tuhan yg tau itu apa.

We're only two sinners in the foot of cross
Sent from my LauceBerry®

0 komentar: