Sunday, October 26, 2008

Sex and the city. Marriage. Frenship.

Phuih... akhirnya bisa juga update blog setelah sekian lama ga bisa buka komputer saking sibuknya 2 minggu ini, padahal banyak hal pingin gue tulis di sini.

beberapa minggu ini hanya satu kata yang terngiang dan terdapat dalam kesibukan gue.

Marriage.

Bermula dari jadi panitia wedding PKTB gue (helena), tiga temen gue yang merit dalam 2 minggu ini, nonton sex and the city, serta pembicaraan tiap hari di kantor (tentang tetek bengek merit).
Kadang gue berpikir apakah kisahku akan sama dengan carrie bradshaw di sex and the city. Dilamar pada umur 40 tahun, sampai-sampai majalah Vogue mau mewawancarainya karena
"Forty is the last age a woman can be photographed in a wedding dress without the unintended Diane Arbus subtext"
Namun akhirnya carrie gagal merid bahkan di usia 40.

Tetapi ketika menonton sex and the city, jomblo di usia 40 (dan bahkan di usia 50) bukanlah sesuatu hal yang menyedihkan karena tetap ada teman-teman yang mendukung walaupun mereka sudah berkeluarga dan sibuk dengan urusan dan pergumulan masing-masing. Mereka tetap bersama-sama mendampingi carrie yang patah hati, sampai-sampai secara fisik ia tidak bisa hidup lagi, ketika menemani carrie yang sendirian di malam tahun baru sambil makan pop mie, menemani v'day yang kesepian. Inilah sesuatu yang tidak kupunya sekarang ini.

Relationship. dengan teman ataupun pasangan.

bukannya gue ga punya banyak teman. banyak bahkan.gue punya berbagai kenalan dari berbagai macam tempat. dan ketika gue patah hati, gue juga punya teman-teman yang menghibur gue.
tapi...
gue sering merasa bersalah jika mengganggu mereka untuk menceritakan tentang kisah sedih gue atau kisah bahagia gue yang kemudian berakhir dengan kesedihan lagi...
mungkin gue memang mempunyai masalah dalam mempertahankan suatu hubungan.

Speaking about marriage,
gue semakin pasrah saja apakah akan merit or not. Jatuh cinta dan kecewa berulang kali membuat gue semakin tegar. Tapi gue tidak bisa membohongi hati bahwa gue ingin dan umur pun juga semakin menuntut. Apalagi tekanan dari temen-temen semakin kuat saja...
Dalam keadaan ini, gue hanya bisa mengerti maksud Tuhan memberikan waktu-waktu penantian ini kepada gue, seperti yang ada di saat teduh hari ini:

The God of all grace works in all His children, humbling the proud and exalting the humble, to make them ripe and sweet. Our task is to take hold of God’s grace to endure our afflictions with patience, without growing weary. In time, He will “perfect, establish, strengthen, and settle” us (1 Peter 5:10). We must “wait on the LORD” and “be of good courage” (Ps. 27:14).


help me to find the answer :)

0 komentar: